ad………………..a
jauh sebelum mentari tampak. embun pagi dengan kelembutanya menyelimuti kerak bumi menyejukan segala yang melekatinya. dahaga yang selama ini ada diruang tenggorokan sang petualang menjadi sejuk tersiram oleh riak patamorgana oase dipelataran gurun pasir tak bertepi. aroma ini merebak dari kaum buruh meminta gaji layak, jam kerja tidak terlalu panjang yang menghabiskan ruang dan waktu, kaum tani yang menginginkan sepetak tanah untuk digarap, dan pangeran bermoral menterjemahkan nalurinya mencari pemakluman sang putri dari rakyat jelata dan baginda raja…
kesunyian selalu memanjakan goresan lukisan yang mulai pudar. tetes air mata mengalir lembut diatas permukaan kehalusan batu pualam satu pertanda bahwa kesunyian telah menebar benih-benihnya. pawai burung bangau menuju keutara jingga menguatkan mentari meninggalkan hari. kicauan nyanyi mahasiswa mengharmoniskan irama orkestra negara dalam parade musik yang lagunya tak pernah digubah.
penasaran adalah buah tangan si jenius menggugah naluri si pembual untuk tidak kehilangan kata-kata.
mengelinjang bulu tengkuk oleh belaian hati pemberi warna keindahan bunga asoka.
…adalah perwalian cinta…